Like us

Friday, 20 June 2014

IPS SEBAGAI ILMU SOSIAL



MAKALAH
IPS SEBAGAI ILMU SOSIAL (science), STUDY SOSIAL DAN HUBUNGAN ANTAR KEDUANYA





Oleh:
Lindahul ulum
201110430311323







PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2013 


Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat tiada habisnya kepada umatnya  sehingga kami dapat menyelesaikan tugas penulisan makalah mata kuliah ilmu pengetahuan sosial dengan lancar. Shalawat serta salam tetap kami curahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing umatnya dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang yakni ajaran agama Islam.
Selanjutnya ucapan terimakasih yang tak terhingga kami ucapkan kepada dosen sri wahyuni . yang telah membimbing kami pada mata kuliah ilmu pengetahuan sosial  .
Sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan, tidak ada kata yang dapat kami ucapkan selain kata maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penulisan makalah ini terdapat kesalahan baik dari segi penulisan maupun isi dari psenulisan makalah ini. Kami sangat membutuhkan kritik dan saran para pembaca yang bersifat membangun demi penulisan makalah selanjutnya. Besar harapan saya semoga apa yang saya sajikan dapat memberikan manfaat dan menambah pengetahuan bagi seluruh pihak yang membaca. Dan semoga Allah senantiasa memberi hidayah kepada setiap hambanya yang selalu mau berusaha dan belajar.

Malang, 8 oktober 2013

Tim Penyusun






BAB I
Pendahuluan
1.1  Latar belakang
Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan mata pelajaran yang bersumber dari kehidupan sosial masyarakat yang diseleksi menggunakan konsep-konsep ilmu sosial yang digunakan untuk kepentingan pembelajaran. Keadaan sosial masyarakat selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu, dinamisasi kemajuan diberbagai bidang kehidupan harus dapat ditangkap dan diperhatikan oleh lembaga pendidikan yang kemudian menjadi bahan materi pembelajaran, sehingga bahan pelajaran secara formal dapat dituangkan dalam bentuk kurikulum.
Kurikulum IPS yang dikembangkan hendaknya memiliki landasan filosofis yang jelas, landasan filosofis yang digunakan haruslah  melihat kondisi nyata yang terjadi di masyarakat. Kondisi masyarakat yang terjadi saat ini adalah  masyarakat yang senantiasa mengalami perubahan-perubahan yang disebabkan adanya interaksi sosial baik antar individu maupun kelompok. Dalam mencermati perubahan tersebut, maka kurikulum harus memiliki landasan filosofis humanistik, dimana Ilmu Pengetahuan Sosial  menjunjung tinggi sifat-sifat dasar kemanusiaan.
Social studies dalam istilah Indonesia disebut Pendidikan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), dalam proses eksistensinya terdapat dalam “The National Herbart Society papers of 1896 – 1897” menegaskan, bahwa social studies sebagai delimiting the social sciences for pedagogical use (upaya membatasi ilmu-ilmu sosial untuk kepentingan pedagogik / mendidik). Dengan hadirnya social studies  masuk pada kurikulum di sekolah, ada juga di beberapa negara bagian di Amerika Serikat dan di Inggris untuk mengembangkan program pendidikan ilmu-ilmu sosial di tingkat sekolah.
Dengan demikian bahwa IPS bukan ilmu sosial dan pembelajaran IPS yang dilaksanakan baik pada pendidikan dasar maupun pada pendidikan tinggi tidak menekankan pada aspek teoritis keilmuannya. Tetapi aspek praktis dalam mempelajri, menelaah, mengkaji gejala dan masalah masyarakat yang bobot dan keluasannya disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing


1.2  Rumusan masalah
1.       Bagaimana pengertian IPS sebagai Social Studies dan Social Science?
2.       Bagaimana hubungan antara keduanya?

1.3  Tujuan dan manfaat
1.      Untuk  Mengetahui  pengertian dari  IPS sebagai Social Studies dan Social Science.
2.      Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara keduanya.


















                                                                   BAB II    
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN IPS
Rumusan tentang pengertian IPS telah banyak dikemukakan oleh para ahli IPS. Berikut pengertian IPS yang dikemukakan oleh beberapa ahli pendidikan IPS di Indonesia:
      Moelijono Cokrodikarjo,mengemukakan bahwa IPS adalah perwujudan dari sisatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi, budaya, psikologi, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan ekologi manusia yang diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi dan tujuan yaang disederhanakan agar mudah dipelajari.
   
    S. Nasution, mendifinisikan IPS sebagai pelajaran yang merupakan fusi atau paduan sejum;ah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS merupakan bagian dari kurikulim sekolah yang berhubungan dengan peran manusia dalam masyarakat yang terdiri atas subjek sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.

Dengan demikian bahwa IPS bukan ilmu sosial dan pembelajaran IPS yang dilaksanakan baik pada pendidikan dasar maupun pada pendidikan tinggi tidak menekankan pada aspek teoritis keilmuannya. Tetapi aspek praktis dalam mempelajri, menelaah, mengkaji gejala dan masalah masyarakat yang bobot dan keluasannya disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing.

1.    Ilmu Sosial (Social Science)
Achmad Sanusi memberikan batasan tentang Ilmu Sosial (Saidihardjo,1996.h.2) adalah sebagai berikut: “Ilmu Sosial terdiri disiplin-disiplin ilmu pengetahuan sosial yang bertarap akademis dan biasanya dipelajari pada tingkat perguruan tinggi, makin lanjut makin ilmiah”.
Menurut Gross (Kosasih Djahiri,1981.h.1), Ilmu Sosial merupakan disiplin intelektual yang mempelajari manusia sebagai makluk sosial secara ilmiah, memusatkan pada manusia sebagai anggota masyarakat dan pada kelompok atau masyarakat yang ia bentuk.
Nursid Sumaatmadja, menyatakan bahwa Ilmu Sosial adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia baik secara perorangan maupun tingkah laku kelompok. Oleh karena itu Ilmu Sosial adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan mempelajari manusia sebagai anggota masyarakat.
2.   Studi Sosial (Social Studies).
Berbeda dengan Ilmu Sosial, Studi Sosial bukan merupakan suatu bidang keilmuan atau disiplin akademis, melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian tentang gejala dan masalah social. Tentang Studi Sosial ini, Achmad Sanusi (1971:18) memberi penjelasan sebagai berikut : Sudi Sosial tidak selalu bertaraf akademis-universitas, bahkan merupakan bahan-bahan pelajaran bagi siswa sejak pendidikan dasar.

3.   Pengetahuan Sosial (IPS)
Harus diakui bahwa ide IPS berasal dari literatur pendidikan Amerika Serikat. Nama asli IPS di Amerika Serikat adalah “Social Studies”. Istilah tersebut pertama kali dipergunakan sebagai nama sebuah komite yaitu “Committee of Social Studies” yang didirikan pada tahun 1913. Tujuan dari pendirian lembaga itu adalah sebagai wadah himpunan tenaga ahli yang berminat pada kurikulum Ilmu-ilmu Sosial di tingkat sekolah dan ahli-ahli Ilmu-ilmu Sosial yang mempunyai minat sama.
Pada dasarnya Mulyono Tj. (1980:8) memberi batasan IPS adalah merupakan suatu pendekatan interdsipliner (Inter-disciplinary Approach) dari pelajaran Ilmu-ilmu Sosial. IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang Ilmu-ilmu Sosial, seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan sebagainya. Hal ini lebih ditegaskan lagi oleh Saidiharjo (1996:4) bahwa IPS merupakan hasil kombinasi atau hasil pemfusian atau perpaduan dari sejumlah mata pelajaran seperti: geografi, ekonomi, sejarah, sosiologi, antropologi, politik.

B.     Hubungan keduanya
hubungan dari keduanya yaitu ilmu-ilmu sosial dengan pengetahuan sosial terletak pada tujuan masing-masing, ilmu sosial bertujuan memajukan dan mengembangkan konsep dan generalisasi melalui penelitian ilmiah dengan melakukan hipotesis untuk menghasilkan teori atau teknologi baru.
Sementara itu tujuan ilmu pengetahuan sosial bersifat pendidikan bukan penemuan teori ilmu sosial, orintasi utama studi ini adalah keberhasilannya mendidik dan membuat siswa mampu mengerjakan ilmu pengetahuan sosial berupa tercapainya tujuan intruksional
Ilmu pengetahuan  sosial menggunkan bagian-bagian ilmu sosial guna kepentingan pengajaran untuk itu berbagai konsep dan generalisasi ilmu sosial harus di sederhanakan agar lebih mudah di pahami murid-muridnya yang  umumnya belum matang untuk mempelajari ilmu-ilmu, dan dengan kata lain keduanya mempelajari ilmu masyarakat agar terciptanya warga-warga yang baik (good society) dengan sosial science dan sosial study pada saran yang yaitu manusia dalam kehidupan masyarakat akan timbul akibat hubungan manusia dengan kata lain kedunya mempelajari masyarakat.
Penggunaan konsep dan teori ilmu sosial paling tempat untuk memahami gejalah atau masalah yang kompleks dan yang menunjukkan hubungan antar berbagai (inflasi pendapatan, nasional, pengangguran dan sebagainya).



















Bab III
penutup
A.    Kesimpulan
Dapat di simpulkan Ips merupakan bidang studi yang cara pandangnya bersifat terpadu, artinya bahwa IPS merupakan perpaduan dari sejumlah mata pelajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropolgi dll. Adpun perpaduan ini disebabkan mata pelajaran- mata pelajaran tersebut mempunyai kajian yang sama.
IPS dapat diistilahkan bisa menjadi Scial Science dan Social Studies.IPS sebagai Social Science artinya bahwa IPS merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia baik secara perorangan maupun secara kelompok. Sedangkan IPS sebagi Social Studies artinya bahwa IPS merupakan hasil perpaduan dari ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan, dimodifikasi, dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

      B.     Saran
Guru IPS harus berperan aktif dalam tatanan kerja dimana saat ini sedang  dalam
kemajuan belajar melalui Informasi  Teknologi, paling tidak guru IPS harus dipertautkan kembali dalam keterlibatan filosofis atau filsafat yang berkembang khususnya dalam bidang pendidikan..
Agar jangan sampai dinilai oleh siswa sebagai guru yang kolot dan ketinggalan, sebaiknya guru atau pengajar harus banyak belajar seiring dengan kemajuan Informasi dan teknologi, karena perkembangan informasi Global membuka seluas-luasnya pelajaran di dunia maya, internet dan media massa, paling tidak guru mampu mengimbangi proses-belajar mengajar dengan memanfaatkan  peralatan teknologi sebagai alat pengajaran






DAFTAR PUSTAKA
Soetra.blogspot.com/2011/01/makalah-ips-sebagai-program-pendidikan.html
Luthfiyah.blogspot.com/2011/02/engertian-ISD-ilmu-sosial-dasarisd_18.html
Buchari Alma, 2007, Apa dan Bagaimana Studi Sosial Diajarkan, Makalah pada Seminar Revitalisasi Ilmu Pengetahuan Sosial dalam Perspektif Global, 21 Novwmbwr 2007, Bandung: Program Studi PIPS Sekolah Pascasarjana UPI
Rachman, Maman. 2000. Reposisi, Reevaluasi, dan Redefinisi Pendidikan Nilai Bagi Generasi Muda Bangsa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Tahun Ke-7

0 on: "IPS SEBAGAI ILMU SOSIAL"